<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>GKPB: Jemaat Kudus Sading</title>
	<atom:link href="http://gkpbkudussading.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com</link>
	<description>Jemaat Kudus Sading: Kesaksian, Renungan, Cerita Nyata, Penyembuhan, semua ada di sini.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Oct 2009 01:29:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='gkpbkudussading.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/55fc1e5896ebf2066fbc8af28af5d3aa?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>GKPB: Jemaat Kudus Sading</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/09/setiap-kerajaan-yang-terpecah-pecah-pasti-binasa/</link>
		<comments>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/09/setiap-kerajaan-yang-terpecah-pecah-pasti-binasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 01:25:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gkpbkudussading</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[binasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkpbkudussading.wordpress.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[“Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa”
(Yl. 1:13-15; 2:1-2; Luk 11:15-26)
 
“Tetapi ada di antara mereka yang berkata: &#8220;Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.&#8221; Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: &#8220;Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=403&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa”</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">(Yl. 1:13-15; 2:1-2; Luk 11:15-26)</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;">“Tetapi ada di antara mereka yang berkata: &#8220;Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.&#8221; Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: &#8220;Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan..&#8221;"Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula</span></em><span style="font-size:10pt;">.&#8221; (Luk 11:15-16), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Symbol;font-size:11pt;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ketegangan relasi, tawuran, permusuhan, perceraian masih marak di sana-sini, yang disebabkan oleh egoisme, kesombongan atau aneka macam perbedaan. Hal itu terjadi karena ada kecenderungan masing-masing dari kita untuk lebih melihat kelemahan dan kekurangan orang lain daripada kekuatan dan kelebihannya, dan kemudian saling menyalahkan atau melecehkan. Maka marilah kita galang dan perkuat kebersamaan, kesatuan dan kemesraan hidup bersama kita dimanapun dan kapanpun, kita jauhkan dan berantas benih-benih perpecahan. Salah satu cara untuk menggalang persatuan antar kita antara lain dengan menghayati kebenaran iman ini, yaitu bahwa “<em>manusia diciptakan untuk memuji, mengabdi dan menghormati Tuhan Allah” </em>dan secara konkret terjadi dalam saling memuji, mengabdi dan menghormati antar kita. Untuk itu kita perlu lebih melihat kekuatan dan kelebihan serta kebaikan yang ada di dalam diri saudara-saudari kita; kami percaya bahwa dalam diri kita masing-masing lebih banyak apa yang baik, indah, luhur dan mulia daripada yang jelek, amburadul, jorok dan remeh. Dari diri kita masing-masing harus dijauhkan rasa minder atau merasa kurang diperhatikan dan kurang dikasihi, yang dapat membuat kita untuk melakukan ‘<em>defense mechanism’ </em>, yang berkembang menjadi saling menyalahkan dan melecehkan. Marilah kita sadari dan hayati bahwa masing-masing dari kita telah menerima kasih Allah melalui orangtua dan saudara-saudari kita, sebagai modal dan kekuatan untuk saling memuji, mengabdi dan menghormati. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Symbol;font-size:11pt;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">“<em>Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN</em>” (Yl 1:14), demikian peringatan nabi Yoel kepada umatnya, kepada kita semua umat beriman. Peringatan ini merupakan ajakan bagi kita semua untuk bertobat dari kejahatan-kejahatan kita: yang bermusuhan, saling membenci atau mendiamkan hendaknya berdamai dengan saling mengampuni dan saling mengasihi. Sekiranya perdamaian secara phisik atau dengan tatap muka secara langsung masih berat atau sulit, hendaknya dimulai dengan doa lebih dahulu: mohon rahmat perdamaian dari Tuhan. Aneka bentuk permusuhan dan kebencian berasal atau bersumber dari setan, dan kiranya hanya dengan dan bersama Tuhan kita mampu mengatasi dan mengalahkannya. Sekali lagi kami tekankan di sini, bahwa kebiasaan hidup berdamai dan berdoa hendaknya dibiasakan pada anak-anak sedini mungkin di dalam keluarga dan tentu saja dengan teladan orangtua atau bapak-ibu. Dengan kata lain bapak-ibu sungguh saling mengasihi, sehingga tidak ada benih-benih perceraian yang dimungkinkan tumbuh berkembang. Bapak-ibu hendaknya juga lebih sering memuji anak-anaknya daripada menjelek-jelekkannya, lebih melayani daripada menguasai anak-anak. Ketika anak-anak merasa dipuji dan dilayani kami harapkan tidak menjadi sombong, melainkan semakin rendah hati dan kemudian berterima kasih kepada orangtua dengan hidup saling memuji, melayani dan menghormati. Saling memuji, melayani dan menghormati hendaknya terjadi dalam relasi antara kakak dan adik. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:11pt;">“Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi, Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya</span></em><span style="font-size:11pt;">” (Mzm 9:2-3..6)</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;">Jakarta</span><span style="font-size:11pt;">, 9 Oktober 2009</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gkpbkudussading.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gkpbkudussading.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gkpbkudussading.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gkpbkudussading.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gkpbkudussading.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gkpbkudussading.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gkpbkudussading.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gkpbkudussading.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gkpbkudussading.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gkpbkudussading.wordpress.com/403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=403&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/09/setiap-kerajaan-yang-terpecah-pecah-pasti-binasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f85bccf76050b804a238860a2ac5fbb8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gkpbkudussading</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/tidakkah-engkau-peduli-bahwa-saudaraku-membiarkan-aku-melayani-seorang-diri/</link>
		<comments>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/tidakkah-engkau-peduli-bahwa-saudaraku-membiarkan-aku-melayani-seorang-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 23:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gkpbkudussading</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[maria]]></category>
		<category><![CDATA[marta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkpbkudussading.wordpress.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?”
(Yun 3:1-10; Luk 10:38-42)
“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=400&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p align="center"><strong>&#8220;Tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?”</strong></p>
<p align="center">(Yun 3:1-10; Luk 10:38-42)</p>
<p><em>“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: &#8220;Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.&#8221; Tetapi Tuhan menjawabnya: &#8220;Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya</em>.&#8221;(Luk 10:38-42), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>·   “<em>Ora et labora” = Berdoa dan bekerja, </em>demikian bunyi sebuah motto. Motto ini kiranya dapat disejajarkan dengan 2 (dua) tokoh Warta Gembira hari ini, Maria sebagai pendoa dan Marta sebagai pekerja. Mana yang lebih baik: berdoa atau bekerja? Hemat saya keduanya baik dan yang terbaik adalah doa menjiwai kerja, maka berdoa dan bekerja bagaikan mata uang bermuka dua. Mayoritas waktu dan tenaga kita kiranya terarah untuk bekerja, sebagaimana dikerjakan oleh Marta. Marta ditegor oleh Yesus karena selama bekerja ia mengeluh atau menggerutu. Memang kerja keras dalam bentuk apapun ketika diserta keluh kesah atau gerutu berarti tidak bermutu. Doa menjiwai kerja senada dengan “<em>contemplativus in actione” </em> atau menemukan Tuhan dalam segala sesuatu atau menghayati karya dan kehadiran Tuhan dalam segala sesuatu, dengan demikian selama orang bekerja senantiasa dalam keadaan ceria, gembira dan dinamis, meskipun harus bekerja keras tidak akan pernah merasa lelah. “<em>Bagi kaum beriman ini merupakan keyakinan: kegiatan manusia baik perorangan maupun kolektif, atau usaha besar-besaran itu sendiri, yang dari zaman ke zaman dikerahkan oleh banyak orang untuk memperbaiki kondisi-kondisi hidup mereka, memang sesuai dengan kehendak Allah. Sebab manusia, yang diciptakan menurut gambar Allah, menerima  titahNya, supaya menaklukkan bumi beserta segala sesuatu yang terdapat padanya, serta menguasai dunia dalam keadilan dan kesucian, ia mengemban perintah untuk mengakui Allah sebagai Pencipta segala-galanya, dan mengarahkan diri beserta seluruh alam kepadaNya” </em>(Vatikan II: GS no 34). Di dalam bekerja orang semakin menyucikan atau mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan atau semakin mendunia, terlibat dalam seluk beluk dunia berarti harus semakin beriman. Mendunia tanpa iman pasti akan merusak ciptaan-ciptaan Tuhan.</p>
<p>·   “<em>Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya</em>” (Yun 3:10). Para penjahat memang menimbulkan malapetaka atau kesengsaraan bagi orang  lain dan lingkungan hidupnya, entah sekecil apapun kejahatan yang telah dilakukannya. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua, yang mungkin masih sering berbuat jahat untuk bertobat. Ada kejahatan yang terstruktur dan terselubung, misalnya: pemalsuan berat atau ukuran -&gt; satu botol obat tertulis 10 cc, tetapi dalam kenyataan hanya 9 cc, dalam kemasan tertulis berat 10 kg, tetapi dalam kenyataan hanya 9,5 kg, dst… Bentuk kejahatan lain adalah ‘<em>mark-up’</em> anggaran sebagaimana cukup banyak dilakukan, atau ‘<em>mark-up’</em> kwitansi. Juga ada kejahatan yang cukup memprihatinkan yaitu pemberian obat oleh dokter kepada pasien, yang sebenarnya bukan obat yang dibutuhkan pasien, melainkan sang dokter menjadi agen penjual obat tertentu. Memang mereka yang melakukan kejahatan pada umumnya boleh dikatakan pandai tetapi tidak beriman, dan hal ini kiranya disebabkan oleh pendidikan yang salah, yaitu pendidikan yang hanya menekankan otak dan kurang memperhatikan hati, yang ada kecenderungan untuk menyontek dalam ulangan umum atau ujian. Marilah gerakan pertobatan kita mulai dalam diri anak-anak kita dan para peserta didik, dan tentu saja harus disertai keteladanan dari orangtua atau para pendidik/guru. Hidup dan bertindak dengan jujur hendaknya dibiasakan sedini mungkin dalam diri anak-anak kita. Jauhkan aneka macam bentuk kemunafikan dan kebohongan dalam hidup sehari-hari!</p>
<p align="center">“<em>Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan”</em></p>
<p align="center">(Mzm 130:1-4a)</p>
<p align="center">
<p>Jakarta, 6 Oktober 2009</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gkpbkudussading.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gkpbkudussading.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gkpbkudussading.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gkpbkudussading.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gkpbkudussading.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gkpbkudussading.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gkpbkudussading.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gkpbkudussading.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gkpbkudussading.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gkpbkudussading.wordpress.com/400/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=400&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/tidakkah-engkau-peduli-bahwa-saudaraku-membiarkan-aku-melayani-seorang-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f85bccf76050b804a238860a2ac5fbb8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gkpbkudussading</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapakah sesamaku manusia</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/siapakah-sesamaku-manusia/</link>
		<comments>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/siapakah-sesamaku-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 02:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gkpbkudussading</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[sesama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkpbkudussading.wordpress.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[“Siapakah sesamaku manusia?&#8221;
(Yun 1:1-17; 2::10; Luk 10:25-37)
“Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: &#8220;Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?&#8221; Jawab Yesus kepadanya: &#8220;Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?&#8221; Jawab orang itu: &#8220;Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=398&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;" align="center"><strong>“Siapakah sesamaku manusia?&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">(Yun 1:1-17; 2::10; Luk 10:25-37)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">“Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: &#8220;Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?&#8221; Jawab Yesus kepadanya: &#8220;Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di </span></em><em><span style="font-size:10pt;">sana</span></em><em><span style="font-size:10pt;">?&#8221; Jawab orang itu: &#8220;Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.&#8221; Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: &#8220;Dan siapakah sesamaku manusia?&#8221; Jawab Yesus: &#8220;Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?&#8221; Jawab orang itu: &#8220;Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah, dan perbuatlah demikian</span></em><span style="font-size:10pt;">!&#8221;(Luk 10:25-37), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span><span style="font-size:11pt;">Ketika orang-orang sedang menghadiri pesta pada umumnya sedikit banyak bersaing dalam hal berpakaian dan assesori, lebih-lebih rekan-rekan wanita atau perempuan, sehingga nampak perbedaan satu sama lain sesuai dengan pakaian dan assesori yang dikenakan. Orang dapat membedakan siapa yang paling kaya, dst. Sebaliknya ketika banyak orang berada di kolam renang hanya mengenakan pakaian dalam atau bahkan sama-sama telanjang bulat kiranya perbedaan satu sama lain tidak banyak atau bahkan satu sama lain sama saja. Jika dalam Warta Gembira hari ini Yesus menjelaskan ‘siapakah sesamaku manusia’ dengan perumpamaan orang yang dirampok habis-habisan, berarti jika kita hendak mengasihi sesama manusia dengan sungguh-sungguh adalah mengasihi mereka yang miskin dan berkekurangan dalam hal harta benda atau uang, yang tidak lain merupakan ‘tindakan belas kasihan’. Maka marilah kita, umat beriman, khususnya yang beriman pada Yesus Kristus, menghayati ajaran kasihNya dengan lebih mengasihi atau memperhatikan mereka yang miskin dan berkekungan di sekitar kita atau lingkungan hidup kita, tanpa pandang bulu, SARA, golongan , dst.. Mengasihi anak-anak kecil kiranya juga merupakan bentuk penghayatan ajaran untuk mengasihi Tuhan dan sesama manusia, maka hendaknya kepada anak-anak kecil diberikan kasih yang memadai. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span><span style="font-size:11pt;"> &#8220;<em>Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu</em>.&#8221; (Yun </span><span style="font-size:11pt;">1:12</span><span style="font-size:11pt;">), demikian kata Yunus atas desakan para  penumpang kapal lainnya. Baik Yunus maupun mereka meyakini atau mengimani bahwa orang yang tidak setia pada panggilan dan tugas pengutusan dari Tuhan akan menimbulkan malapetaka bagi lingkungan hidupnya. Orang yang tidak hidup dalam dan oleh kasih pasti akan menghancurkan lingkungan hidupnya dimanapun dan kapanpun ia berada. Maka marilah kita lihat dan cermati lingkungan hidup kita! Jika lingkungan hidup kita amburadul, tidak bersih, tidak indah, tidak menarik dan tidak memikat berarti ada orang berdosa di dalamnya, dan mungkin orang itu saya sendiri. Yang kami maksudkan berdosa adalah tidak melaksanakan tugas pekerjaan atau kewajiban dan tidak menghayati panggilan sebagaimana mestinya atau yang diharapkan dan dicita-citakan. Hidup berkeluarga atau berkomunitas kacau berarti ada anggota keluarga atau komunitas yang kurang atau tidak setia pada panggilan dan tugas pengutusannya. Pekerjaan di kantor senantiasa tidak beres alias tertunda terus menerus berarti ada pekerja yang bermalas-malas, tiduran saja. Pendek kata segala sesuatu kekacauan, amburadul, kerusakan, dst. yang terjadi dalam kehidupan bersama kita di dunia ini terjadi karena orang-orang berdosa, pengecut, tidak melaksanakan kewajibannya. Kegagalan baik dalam belajar maupun bekerja terjadi karena kemalasan atau kesambalewaan orang yang bersangkutan dalam belajar atau bekerja. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;">&#8220;<em>Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus</em>” </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;">(Yun 2:2-4)</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Jakarta</span><span style="font-size:11pt;">, 5 Oktober 2009 </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gkpbkudussading.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gkpbkudussading.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gkpbkudussading.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gkpbkudussading.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gkpbkudussading.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gkpbkudussading.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gkpbkudussading.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gkpbkudussading.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gkpbkudussading.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gkpbkudussading.wordpress.com/398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=398&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/siapakah-sesamaku-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f85bccf76050b804a238860a2ac5fbb8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gkpbkudussading</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/apakah-seorang-suami-diperbolehkan-menceraikan-isterinya/</link>
		<comments>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/apakah-seorang-suami-diperbolehkan-menceraikan-isterinya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 02:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gkpbkudussading</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[cerai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkpbkudussading.wordpress.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Mg Biasa XXVII : Kej 2:18-24; Ibr 2:9-11; Mrk 10:2-16
&#8220;Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?&#8221;
&#8220;Jumlah perceraian di Indonesia dalam 4 tahun terakhir ini meningkat tajam. Pada 2004 rata-rata 20 ribu hingga 30 ribu per tahun, namun pada 2008 telah terjadi 200 ribu kasus perceraian dari 2 juta pernikahan yang ada. &#8220;Itu artinya 10% dari pasangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=396&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mg Biasa XXVII : Kej 2:18-24; Ibr 2:9-11; Mrk 10:2-16<br />
&#8220;Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?&#8221;<br />
&#8220;Jumlah perceraian di Indonesia dalam 4 tahun terakhir ini meningkat tajam. Pada 2004 rata-rata 20 ribu hingga 30 ribu per tahun, namun pada 2008 telah terjadi 200 ribu kasus perceraian dari 2 juta pernikahan yang ada. &#8220;Itu artinya 10% dari pasangan yang nikah melakukan perceraian,&#8221; ujar Dirjen Bimas Islam Depag RI Prof Dr Nasarudin Umar, MA pada peluncuran buku Fikih Keluarga dan seminar sehari Urgensi Pembangunan Bangsa berbasis Keluarga. Penyebab perceraian ini menurut Nasarudin ada 13 jenis masalah. Namun terbesar akibat adanya perselingkuhan dan kasus poligami. Pasangan yang bercerai umumnya adalah pasangan muda dengan jumlah anak rata-rata satu orang atau istri sedang hamil yang pertama. Sedang gugatan cerai 65% dilakukan oleh pihak perempuan (istri)&#8221; (<a href="http://www.poskota.co.id/" target="_blank">www.poskota.co.id</a>, 3 Juli 2009). Jika data di atas ini benar, memang sungguh memprihatinkan, lebih-lebih mayoritas perceraian terjadi pada pasangan muda dengan jumlah anak rata-rata satu orang atau isteri sedang hamil yang pertama. Maka kiranya boleh diambil kesimpulan bahwa kurang lebih 100.000 (seratus ribu) anak pertama di Indonesia lahir dan dibesarkan dalam `broken home&#8217;. Dengan kata lain jumlah anak-anak yang menjadi korban perceraian cukup fantastis, dan ada kemungkinan anak-anak tersebut akan tumbuh berkembang kurang kasih sayang, sehingga menjadi pribadi yang `kurang ajar&#8217; alias tak bermoral, tak berbudi pekerti luhur. Pada gilirannya ketika mereka menjadi dewasa dan kemudian menikah ada kemungkinan mudah bercerai juga, dan dengan demikian melahirkan korban-korban baru. Dari data di atas dapat dilihat setiap tahun jumlah perceraian naik kurang lebih 50% : dari 20.000 menjadi 30.000 dan tiga tahun kemudian menjadi 200.000. Kita harus prihatian dengan data atau situasi sebagaimana digambarkan di atas, maka marilah kita renungkan dengan sungguh-sungguh Warta Gembira hari ini.</p>
<p>&#8220;Pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.&#8221;(Mrk 10:6-9)</p>
<p>Pada masa pacaran dan tunangan alias sebelum pernikahan pada umumnya relasi calon suami dan calon isteri begitu mesra serta masing-masing menyadari atau menghayati bahwa pasangannya adalah `hadiah atau kado dari Allah&#8217;, dengan kata lain kasih mereka berdua merupakan anugerah Allah, berasal dari Allah. Hidup sebagai suami-isteri diikat dan didasari serta dipersatukan oleh kasih kasih Tuhan , &#8220;karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia&#8221;. Yang menjadi sumber perceraian pada umumnya adalah perbedaan, misalnya beda selera, beda cara berpikir, beda pendapat, beda acara, dst.. Bukankah laki-laki dan perempuan itu berbeda satu sama lain dan saling tertarik, saling ingin mendekat, mengenal, bersahabat dan mengasihi? Beda anggota tubuh, beda usia, beda orangtuanya, beda alat kelaminnya, dst.. dan saling tertarik, itulah kenyataan yang ada, sesuai dengan kehendak Allah. Dalam ilmu phisika/listrik kita kenal unsur plus (+) dan minus (-) dan ketika keduanya yang berbeda satu sama lain tersebut bertemu lahirlah sinar terang yang membahagiakan dan menyelamatkan. Dengan kata lain apa yang berbeda menjadi daya pikat dan daya tarik untuk saling mendekat, mengenal, bersahabat dan mengasihi, bukan alasan untuk bermusuhan, berpisah atau bercerai.</p>
<p>Suami-isteri, &#8220;keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu&#8221;. Yang berbeda satu sama lain, yaitu alat kelamin, penis dan vagina, bersatu menjadi nikmat dan bahagia, itulah kiranya yang dialami dalam persetubuhan. Maka kami berharap aneka perbedaan yang lain yang ada di antara suami dan isteri, hendaknya menjadi daya tarik dan daya pikat untuk semakin mempererat dan memperkuat persatuan. Kami yakin setelah bersatu di tempat tidur alias setelah resmi menikah, baik suami maupun isteri akan semakin mengenal perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka, yang mungkin belum dilihat di masa pacaran atau tunangan. Masa lima tahun pertama pernikahan merupakan masa yang rawan dan menantang (perhatikan bahwa mayoritas perceraian adalah pasangan muda), masa yang sarat dengan masalah atau perkara, yang lahir dari perbedaan yang ada. Hendaknya masa lima tahun pertama perkawinan/pernikahan dihayati sebagai masa belajar untuk saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit, sehingga mahir dalam mengasihi, yang dimasa-masa berikutnya terus diperdalam dan diperteguh. Tanda bahwa suami-isteri sungguh saling mengasihi, bukan lagi dua melain satu, antara lain semakin lama mereka berdua nampak tampil dalam wajahnya bagaikan manusia kembar.</p>
<p>&#8220;TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu&#8221; (Kej 2:21-22).<br />
Kutipan diatas ini kiranya merupakan ungkapan pengakuan iman bahwa laki-laki dan perempuan adalah sepadan, maka hendaknya tidak ada yang merasa dirinya lebih dari yang lain, laki-laki lebih daripada perempuan atau perempuan lebih daripada laki-laki. Jumlah anggota tubuh laki-laki dan perempuan sama dan hanya berbeda dalam bentuk. Mungkin dari pihak laki-laki sering merasa lebih super daripada perempuan, tetapi ingatlah bahwa perempuan diambil dari salah satu rusuk laki-laki, dari jantung hati laki-laki, dengan kata lain perempuan adalah jantung hati laki-laki. Bukankah jantung dan hati merupakan penggerak dan penggairah tubuh, maka ketika laki-laki melihat perempuan pada umumnya langsung bergairah dan bergerak? Di lain pihak rekan-rekan perempuan mungkin juga merasa berada di bawah laki-laki dan mohon perlindungan alias boleh kembali ke dada/tulung rusuk laki-laki, menyadarkan kepala di dada laki-laki serta mohon dibelai, dst.. Dengan kata lain laki-laki dan perempuan saling membutuhkan satu sama lain, maka di bawah ini saya kutipkan apa yang menjadi kebutuhan masing-masing dan harus saling memberikan apa yang dibutuhkan pasangannya.<br />
&#8220;Wanita perlu menerima: perhatian, pengertian, hormat, kesetiaan, penegasan, jaminan&#8221; , sedangkan &#8220;pria perlu menerima: kepercayaan, penerimaan, penghargaan, kekaguman, persetujuan, dorongan&#8221; (John Gray, Ph.D: Men are from Mars, women are from Venus, Pria dari Mars, Wanita dari Venus, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 1995,hal 152)</p>
<p>&#8220;Dengan perjanjian perkawinan laki-laki dan perempuan membentuk antara mereka kebersamaan seluruh hidup; dari sifat kodratinya perjanjian itu terarah pada kesejahteraan suami-isteri serta kelahiran dan pendidikan anak&#8221; (KHK kan 1055.1). Yang perlu digarisbawahi adalah `pendidikan anak&#8217; sebagaimana disabdakan oleh Yesus &#8220;Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.&#8221;(Mrk 10:14). Suami-isteri hendaknya bekerjasama dalam mendidik anak-anak mereka, pendidikan yang mengarahkan anak-anak `datang kepada Tuhan&#8217; alias agar anak-anak tumbuh berkembang menjadi pribadi cerdas beriman atau berbudi pekerti luhur. Untuk itu kami mengaharapkan suami-isteri dengan kerelaan dan pengorbanan berani memboroskan waktu dan tenaga bagi anak-anak, lebih-lebih atau terutama masa balita anak-anak, umur 0-5 th. Masa balita rawan dan menantang, masa dimana anak-anak terbuka terhadap segala sesuatu, yang akan membentuk pribadinya.<br />
&#8220;Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN&#8221;(Mzm 128:1-4)</p>
<p>Jakarta, 4 Oktober 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gkpbkudussading.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gkpbkudussading.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gkpbkudussading.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gkpbkudussading.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gkpbkudussading.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gkpbkudussading.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gkpbkudussading.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gkpbkudussading.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gkpbkudussading.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gkpbkudussading.wordpress.com/396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=396&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/apakah-seorang-suami-diperbolehkan-menceraikan-isterinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f85bccf76050b804a238860a2ac5fbb8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gkpbkudussading</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/semuanya-itu-engkau-sembunyikan-bagi-orang-bijak-dan-orang-pandai-2/</link>
		<comments>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/semuanya-itu-engkau-sembunyikan-bagi-orang-bijak-dan-orang-pandai-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 02:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gkpbkudussading</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[pandai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkpbkudussading.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai&#8221;.
(Bar 4:5-12.27-29; Luk 10:17-24)
&#8220;Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: &#8220;Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.&#8221; Lalu kata Yesus kepada mereka: &#8220;Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=394&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai&#8221;.<br />
(Bar 4:5-12.27-29; Luk 10:17-24)<br />
&#8220;Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: &#8220;Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.&#8221; Lalu kata Yesus kepada mereka: &#8220;Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.&#8221; Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: &#8220;Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.&#8221; Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: &#8220;Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.&#8221;(Luk 10:17-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
• Orang bijak dan orang pandai pada umumnya kurang `turba&#8217; atau turun ke bawah, melainkan lebih banyak duduk di kursi empuk dan kamar ber-AC sambil menerima laporan-laporan dari mereka yang disebut pekerja atau orang-orang kecil. Para pekerja atau orang-orang kecil juga memiliki kecenderungan untuk melaporkan apa yang baik kepada atasan, sedangkan kekurangan atau kelemahan tidak dilaporkan. Dengan kata lain kenyataan atau realitas yang ada disembunyikan bagi `orang bijak dan orang pandai&#8217;. Maka dengan ini kami mengharapkan siapapun yang dianggap bijak dan pandai, yang pada umumnya adalah para pimpinan atau atasan, untuk `turba&#8217;, turun ke bawah, melihat kenyataan atau realitas `lapangan&#8217; yang ada. Dengan turun ke bawah/ke lapangan kiranya selain melihat kenyataan yang ada, juga dapat memberi perhatian berupa sapaan kasih terhadap para pegawai, bawahan/pembantu atau mereka yang dianggap kecil secara organisatoris atau kelembagaan. Dengan cara demikian boleh dikatakan `sambil menyelam minum air&#8217;, dua sasaran atau tujuan dapat dilaksanakan bersamaan: melihat kenyataan dan memberi perhatian Kepada mereka yang dianggap kecil dan dalam kenyataan dapat melihat dan menikmati kebenaran, kami harapkan ketika memberi laporan kepada atasan sungguh jujur, tidak hanya melaporkan apa-apa yang baik tetapi juga yang kurang baik, untuk membantu atasan mengambil keputusan bijak. Hendaknya jujur, polos dan terbuka seperti anak-anak kecil: apa yang dilihat, dirasakan dan dihadapi diceriterakan semuanya kepada orang lain.<br />
• &#8220;Kuatkanlah hatimu, anak-anakku, berserulah kepada Allah; Dia yang mengirim bencana itu akan teringat kepadamu pula. Seperti dahulu angan-angan hatimu tertuju untuk bersesat dari Allah, demikian hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin&#8221;(Bar 4:27-28). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita, lebih ajakan &#8220;hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin&#8221;. Dia, Tuhan ada dimana-mana, hidup dan berkarya dalam seluruh ciptaanNya, dan tentu saja terutama dan pertama-tama dalam diri manusia, yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citraNya. Mencari Dia, Tuhan, dalam setiap diri manusia berarti kita harus saling bertemu, bertatap muka dan bercakap-cakap bersama, agar saling mengenal dan akhinya mengenal Tuhan melalui buah karyaNya dalam diri manusia, antara lain berupa keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan Saudara-saudari kita yang kecil, miskin dan berkekurangan pada umumnya lebih kaya akan keutamaan atau nilai kehidupan daripada mereka yang kaya akan harta benda/uang. Sebagai contoh: lihat dengan cermat atau perhatikan anak-anak kecil yang senantiasa ceria, jujur, tidak malu, dst.. atau orang-orang miskin yang bekerja keras siang malam tanpa mengeluh atau menggerutu, meskipun buah atau imbal jasanya kecil. Memang untuk melihat dengan cermat atau memperhatikan mereka yang kecil, miskin dan berkurangan dibutuhkan kerendahan hati dan pengorbanan, meneladan Yesus, &#8220;yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib&#8221; (Fil 2:6-8).</p>
<p>&#8220;Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.&#8221;<br />
(Mzm 69:33-35)<br />
Jakarta, 3 Oktober 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gkpbkudussading.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gkpbkudussading.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gkpbkudussading.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gkpbkudussading.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gkpbkudussading.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gkpbkudussading.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gkpbkudussading.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gkpbkudussading.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gkpbkudussading.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gkpbkudussading.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=394&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/10/05/semuanya-itu-engkau-sembunyikan-bagi-orang-bijak-dan-orang-pandai-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f85bccf76050b804a238860a2ac5fbb8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gkpbkudussading</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/30/setiap-orang-yang-siap-untuk-membajak-tetapi-menoleh-ke-belakang-tidak-layak-untuk-kerajaan-allah-2/</link>
		<comments>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/30/setiap-orang-yang-siap-untuk-membajak-tetapi-menoleh-ke-belakang-tidak-layak-untuk-kerajaan-allah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 02:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gkpbkudussading</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkpbkudussading.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah”
(Neh 2:1-8; Luk 9:57-62)
“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: &#8220;Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.&#8221; Yesus berkata kepadanya: &#8220;Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=375&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p align="center"><strong>&#8220;Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah</strong>”</p>
<p align="center">(Neh 2:1-8; Luk 9:57-62)</p>
<p><em>“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: &#8220;Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.&#8221; Yesus berkata kepadanya: &#8220;Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.&#8221;</em><em>Lalu</em><em> </em><em>Ia</em><em> berkata kepada seorang lain: &#8220;Ikutlah Aku!&#8221; Tetapi orang itu berkata: &#8220;Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.&#8221;Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.&#8221;Dan seorang lain lagi berkata: &#8220;Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.&#8221;Tetapi Yesus berkata: &#8220;Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah</em>.&#8221;(Luk 9:57-62), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Hieronemus, Imam dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>·   Hari ini adalah hari terakhir bulan Kitab Suci/September 2009. Kiranya di antara anda semua selama bulan Kitab Suci terlibat dalam aneka pendalaman Kitab Suci dalam berbagai kesempatan, dan mungkin juga telah ditemukan ayat-ayat atau teks kitab suci yang mengesan serta tergerak untuk menghayati atau melaksanakannya di dalam hidup sehari-hari. Dengan kata lain setelah membacakan dan mendengarkan ayat-ayat Kitab Suci anda tergerak untuk memperbaharui hidup, agar cara hidup dan cara bertindak lebih sesuai dengan kehendak Tuhan. Anda siap sedia untuk memperbaharui atau diperbaharui, dibentuk atau dibina oleh sabda-sabda Tuhan, maka hendaknya pesan atau peringatanYesus ini diperhatikan:”<em>Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah”</em> .  Kami harapkan anda melangkah maju terus tanpa kenal lelah, setia memperbaharui diri atau diperbaharui orang lain. Jauhkan aneka macam bentuk mangkir atau malas yang sering menggejala dalam alasan yang nampak rational dan tak terbantahkan, misalnya ‘urusan keluarga, off the record’. Dengan kata lain sebagai orang yang telah dibaptis hendaknya setia pada janji baptis, yang menjadi imam setia pada janji imamat, yang berkeluarga setia pada janji perkawinan dan yang hidup membiara setia pada  tri-kaulnya dst..  Mereka yang sedang belajar setia pada janji pelajar sehingga semakin terampil belajar, dan mereka yang bekerja setia pada  janji kerja sehingga terampil bekerja. Maju terus, jangan menoleh ke belakang, namun sekali-kali menoleh ke belakang dalam rangka refleksi silahkan. Kita percayakan diri kita kepada Penyelenggaraan Ilahi, kepada kehendak Allah.</p>
<p>·   &#8220;<em>Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api</em>?”(Neh 2:3), demikian kata seorang pelayan kepada rajanya. “Pekuburan nenek moyang” merupakan symbol penghormatan kepada nenek moyang, dan mungkin dengan menyaksikan pekuburan nenek moyang yang baik orang juga akan teringat dan terkenang akan nasihat-nasihat baik dari nenek moyang,  sebaliknya jika pekuburan nenek moyang amburadul atau berantakan serta kumuh, mungkin melambangkan tiada yang mengesan dari nenek moyang. Amburadul, berantakan atua kekumuhan pekuburan nenek moyang juga dapat melambangkan bahwa kita, para penerus hidup dan bertindak seenaknya sendiri, tidak memperhatikan dan melaksanakan aneka macam nasihat baik dari nenek moyang. Kata-kata atau ayat-ayat dalam Kitab Suci boleh dikatakan sebagai ajaran, nasihat, petuah atau perintah ‘nenek moyang’ kepada kita semua. Jika cara hidup dan cara bertindak amburadul dan tidak teratur ada kemungkinan kita kurang atau menghayati sabda-sabda Tuhan atau janji-janji yang pernah kita ikrarkan. Marilah kita buka, baca dan renungkan teks janji yang pernah kita ikrarkan guna memperbaiki cara hidup dan cara bertindak kita yang amburadul. Jika perlu baiklah kita menyepi sejenak, entah satu jam, satu atau dua hari, untuk mawas diri perihal cara hidup dan cara bertindak kita, apakah sudah sesuai dengan janji-janji yang pernah kita ikrarkan; dalam menyepi ini dapat sendiri atau berdua atau bertiga, jika suami-isteri hendaknya berdua bersama dengan pasangan hidupnya. Moga-moga rumus janji-janji tidak menjadi ‘kuburan mati’, melainkan hidup dan menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita.</p>
<p align="center">“<em>Di tepi sungai-sungai </em><em>Babel</em><em>, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: &#8220;Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!&#8221; Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku</em>!”</p>
<p align="center">(Mzm 137:1-5)</p>
<p>Jakarta, 30 September 2009</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gkpbkudussading.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gkpbkudussading.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gkpbkudussading.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gkpbkudussading.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gkpbkudussading.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gkpbkudussading.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gkpbkudussading.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gkpbkudussading.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gkpbkudussading.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gkpbkudussading.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=375&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/30/setiap-orang-yang-siap-untuk-membajak-tetapi-menoleh-ke-belakang-tidak-layak-untuk-kerajaan-allah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f85bccf76050b804a238860a2ac5fbb8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gkpbkudussading</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/30/setiap-orang-yang-siap-untuk-membajak-tetapi-menoleh-ke-belakang-tidak-layak-untuk-kerajaan-allah/</link>
		<comments>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/30/setiap-orang-yang-siap-untuk-membajak-tetapi-menoleh-ke-belakang-tidak-layak-untuk-kerajaan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 02:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gkpbkudussading</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkpbkudussading.wordpress.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah”
(Neh 2:1-8; Luk 9:57-62)
“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: &#8220;Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.&#8221; Yesus berkata kepadanya: &#8220;Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=391&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;" align="center"><strong>&#8220;Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah</strong>”</p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">(Neh 2:1-8; Luk 9:57-62)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: &#8220;Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.&#8221; Yesus berkata kepadanya: &#8220;Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.&#8221;</span></em><em><span style="font-size:10pt;">Lalu</span></em><em><span style="font-size:10pt;"> </span></em><em><span style="font-size:10pt;">Ia</span></em><em><span style="font-size:10pt;"> berkata kepada seorang lain: &#8220;Ikutlah Aku!&#8221; Tetapi orang itu berkata: &#8220;Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.&#8221;Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.&#8221;Dan seorang lain lagi berkata: &#8220;Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.&#8221;Tetapi Yesus berkata: &#8220;Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah</span></em><span style="font-size:10pt;">.&#8221;(Luk 9:57-62), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Hieronemus, Imam dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span><span style="font-size:11pt;">Hari ini adalah hari terakhir bulan Kitab Suci/September 2009. Kiranya di antara anda semua selama bulan Kitab Suci terlibat dalam aneka pendalaman Kitab Suci dalam berbagai kesempatan, dan mungkin juga telah ditemukan ayat-ayat atau teks kitab suci yang mengesan serta tergerak untuk menghayati atau melaksanakannya di dalam hidup sehari-hari. Dengan kata lain setelah membacakan dan mendengarkan ayat-ayat Kitab Suci anda tergerak untuk memperbaharui hidup, agar cara hidup dan cara bertindak lebih sesuai dengan kehendak Tuhan. Anda siap sedia untuk memperbaharui atau diperbaharui, dibentuk atau dibina oleh sabda-sabda Tuhan, maka hendaknya pesan atau peringatanYesus ini diperhatikan:”<em>Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah”</em> .  Kami harapkan anda melangkah maju terus tanpa kenal lelah, setia memperbaharui diri atau diperbaharui orang lain. Jauhkan aneka macam bentuk mangkir atau malas yang sering menggejala dalam alasan yang nampak rational dan tak terbantahkan, misalnya ‘urusan keluarga, off the record’. Dengan kata lain sebagai orang yang telah dibaptis hendaknya setia pada janji baptis, yang menjadi imam setia pada janji imamat, yang berkeluarga setia pada janji perkawinan dan yang hidup membiara setia pada  tri-kaulnya dst..  Mereka yang sedang belajar setia pada janji pelajar sehingga semakin terampil belajar, dan mereka yang bekerja setia pada  janji kerja sehingga terampil bekerja. Maju terus, jangan menoleh ke belakang, namun sekali-kali menoleh ke belakang dalam rangka refleksi silahkan. Kita percayakan diri kita kepada Penyelenggaraan Ilahi, kepada kehendak Allah. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span><span style="font-size:11pt;">&#8220;<em>Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api</em>?”(Neh 2:3), demikian kata seorang pelayan kepada rajanya. “Pekuburan nenek moyang” merupakan symbol penghormatan kepada nenek moyang, dan mungkin dengan menyaksikan pekuburan nenek moyang yang baik orang juga akan teringat dan terkenang akan nasihat-nasihat baik dari nenek moyang,  sebaliknya jika pekuburan nenek moyang amburadul atau berantakan serta kumuh, mungkin melambangkan tiada yang mengesan dari nenek moyang. Amburadul, berantakan atua kekumuhan pekuburan nenek moyang juga dapat melambangkan bahwa kita, para penerus hidup dan bertindak seenaknya sendiri, tidak memperhatikan dan melaksanakan aneka macam nasihat baik dari nenek moyang. Kata-kata atau ayat-ayat dalam Kitab Suci boleh dikatakan sebagai ajaran, nasihat, petuah atau perintah ‘nenek moyang’ kepada kita semua. Jika cara hidup dan cara bertindak amburadul dan tidak teratur ada kemungkinan kita kurang atau menghayati sabda-sabda Tuhan atau janji-janji yang pernah kita ikrarkan. Marilah kita buka, baca dan renungkan teks janji yang pernah kita ikrarkan guna memperbaiki cara hidup dan cara bertindak kita yang amburadul. Jika perlu baiklah kita menyepi sejenak, entah satu jam, satu atau dua hari, untuk mawas diri perihal cara hidup dan cara bertindak kita, apakah sudah sesuai dengan janji-janji yang pernah kita ikrarkan; dalam menyepi ini dapat sendiri atau berdua atau bertiga, jika suami-isteri hendaknya berdua bersama dengan pasangan hidupnya. Moga-moga rumus janji-janji tidak menjadi ‘kuburan mati’, melainkan hidup dan menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;">“<em>Di tepi sungai-sungai </em></span><em><span style="font-size:11pt;">Babel</span></em><em><span style="font-size:11pt;">, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: &#8220;Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!&#8221; Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku</span></em><span style="font-size:11pt;">!”</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;">(Mzm 137:1-5)</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Jakarta</span><span style="font-size:11pt;">, </span><span style="font-size:11pt;">30 September 2009</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gkpbkudussading.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gkpbkudussading.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gkpbkudussading.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gkpbkudussading.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gkpbkudussading.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gkpbkudussading.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gkpbkudussading.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gkpbkudussading.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gkpbkudussading.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gkpbkudussading.wordpress.com/391/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=391&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/30/setiap-orang-yang-siap-untuk-membajak-tetapi-menoleh-ke-belakang-tidak-layak-untuk-kerajaan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f85bccf76050b804a238860a2ac5fbb8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gkpbkudussading</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/25/anak-manusia-akan-diserahkan-ke-dalam-tangan-manusia/</link>
		<comments>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/25/anak-manusia-akan-diserahkan-ke-dalam-tangan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 07:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gkpbkudussading</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkpbkudussading.wordpress.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[“Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.&#8221;
(Za 2:5-9.14-15a; Luk 9:43b-45)
“Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: &#8220;Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.&#8221; Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=389&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;" align="center"><strong>“Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">(Za 2:5-9.14-15a; Luk 9:43b-45)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">“Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: &#8220;Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.&#8221; Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya”</span></em><span style="font-size:10pt;"> (Luk 9:43b-45), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span><span style="font-size:11pt;">“<em>Dengarlah dan camkanlah segala perkataanKu ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia’, </em>demikian kata-kata Yesus khusus bagi para muridNya, bagi kita semua yang beriman atau percaya kepadaNya. Yesus datang ke dunia untuk mempersembahkan diri seutuhnya bagi dunia, demi keselamatan dunia seisinya, maka kita semua yang beriman kepadaNya juga dipanggil untuk meneladan Dia dengan hidup mendunia atau hidup dan bertindak demi keselamatan dunia. Mayoritas waktu dan tenaga kita terarah pada hal-hal duniawi yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Meneladan Yesus berarti mempersembahkan diri seutuhnya pada aneka tugas, kewajiban atau pekerjaan yang menjadi tanggunjawab kita masing-masing. Dengan kata lain entah belajar atau bekerja kita semua dipanggil untuk belajar atau bekerja dengan sungguh-sungguh, sehingga terampil dalam belajar atau bekerja, tumbuh berkembang menjadi orang professional dalam bidang kehidupan tertentu. Masa kini maaupun masa depan dibutuhkan orang-orang yang sungguh professional dan orang yang sungguh professional pada umumnya akan dicari orang alias tidak akan berkekurangan dalam hal pekerjaan atau bahkan berlebihan. Meskipun ia harus melaksanakan banyak tugas atau pekerjaan, orang professional akan mampu menyelesaikan semuanya dengan baik dan memuaskan bagi semuanya, dan iapun juga semakin professional dalam bidang kehidupan yang telah digelutinya; ia akan semakin hidup damai sejahtera lahir dan batin, jasmani dan rohani. Maka kepada rekan-rekan pelajar atau mahasiswa kami dambakan untuk sungguh belajar sehingga kelak professional dalam bidang kehidupan tertentu, sedangkan kepada para orangtua dan pendidik/guru kami dambakan sungguh mempersiapkan anak-anak/peserta didik ke arah professional tertentu sesuai dengan bakat anak-anak/peserta didik. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span><em><span style="font-size:11pt;">&#8220;Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku</span></em><span style="font-size:11pt;">”(Za 2:9). Semesta alam diciptakan oleh Tuhan dan tergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita, manusia, dapat hidup dan bergerak ke </span><span style="font-size:11pt;">sana</span><span style="font-size:11pt;"> kemari hanya karena dan oleh Tuhan, maka baiklah kita hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan kata lain sebagai orang beriman kita dipanggil untuk tumbuh berkembang sehingga mahir dalam beriman. Orang yang mahir dalam beriman tak akan mungkin menjadi jarahan atau bahan pelecehan,  orang beriman akan handal dalam menghadapi aneka macam gelombang kehidupan, sehingga tidak akan karam.  Maka marilah dalam dan dengan iman kita hidup bersama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk itu mereka yang berpengaruh dalam hidup bersama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan menjadi teladan dalam kehidupan iman, secara konkret teladan dalam melaksanakan tugas atau kewajiban atau menghayati panggilan. Keteladanan para pemimpin, atasan atau petinggi diharapkan dapat menjadi modal dan kekuatan bagi semuanya sehingga semuanya semakin beriman dan ‘<em>mengetahui bahwa semesta alam diciptakan oleh Tuhan’. </em>Jika semuanya mengetahui dan menghayati bahwa semesta alam diciptakan oleh Tuhan, tergantung pada Tuhan, maka kiranya lingkungan hidup bersama menjadi nyaman, enak dan nikmat. Semua orang berfungsi secara professional dalam fungsi dan tugas masing-masing dalam hidup bersama, sebagaimana semua anggota tubuh kita sehat wal’afiat dan fungsional semua sehingga tubuh kita segar bugar, sehat wal’afiat. Hendaknya fungsi atau tugas pekerjaan apapun dihayati atau dilaksanakan secara sungguh-sungguh, professional. Hendaknya perbedaan fungsi atau tugas pekerjaan menjadi wahana untuk saling bekerja sama bukan menjadi bahan iri hati. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;">“Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan </span></em><em><span style="font-size:11pt;">Israel</span></em><em><span style="font-size:11pt;"> akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana</span></em><span style="font-size:11pt;">” (Yer 31:10-12)</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Jakarta</span><span style="font-size:11pt;">, </span><span style="font-size:11pt;">26 September 2009</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gkpbkudussading.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gkpbkudussading.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gkpbkudussading.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gkpbkudussading.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gkpbkudussading.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gkpbkudussading.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gkpbkudussading.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gkpbkudussading.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gkpbkudussading.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gkpbkudussading.wordpress.com/389/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=389&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/25/anak-manusia-akan-diserahkan-ke-dalam-tangan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f85bccf76050b804a238860a2ac5fbb8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gkpbkudussading</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata orang banyak, siapakah Aku ini</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/25/kata-orang-banyak-siapakah-aku-ini/</link>
		<comments>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/25/kata-orang-banyak-siapakah-aku-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 07:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gkpbkudussading</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[siapa yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkpbkudussading.wordpress.com/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kata orang banyak, siapakah Aku ini?&#8221;
(Hag 2:1b-9; Luk 9:18-22)
“Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: &#8220;Kata orang banyak, siapakah Aku ini?&#8221; Jawab mereka: &#8220;Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.&#8221; Yesus bertanya kepada mereka: &#8220;Menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=387&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;" align="center"><strong>&#8220;Kata orang banyak, siapakah Aku ini?&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">(Hag 2:1b-9; Luk 9:18-22)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">“Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. </span></em><em><span style="font-size:10pt;">Lalu</span></em><em><span style="font-size:10pt;"> </span></em><em><span style="font-size:10pt;">Ia</span></em><em><span style="font-size:10pt;"> bertanya kepada mereka: &#8220;Kata orang banyak, siapakah Aku ini?&#8221; Jawab mereka: &#8220;Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.&#8221; Yesus bertanya kepada mereka: &#8220;Menurut kamu, siapakah Aku ini?&#8221; Jawab Petrus: &#8220;Mesias dari Allah.&#8221; Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Dan Yesus berkata: &#8220;Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga</span></em><span style="font-size:10pt;">.” (Luk 9:18-22), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span><span style="font-size:11pt;">Ada</span><span style="font-size:11pt;"> orang yang kesibukan sehari-harinya berdagang di pasar atau sebagai kontraktor bangunan dst. tetapi dalam  KTP atau ID-nya tertulis ‘buruh’; ada orang katolik yang tidak berani memakai nama baptis di tempat kerja, tidak berani berdoa sebelum dan sesudah makan ketika makan di rumah makan umum, dst..  Memang di balik ‘ketidak-jujuran’ atau ‘ketakutan’ dalam hal jati diri tersebut ada berbagai kemungkinan alasan, misalnya takut akan kewajiban besar, takut diejek atau disingkirkan dst..  Ketakutan untuk mengakui atau mengimani Yesus sebagai ‘Mesias dari Allah’ mungkin  masih mewarnai cara hidup dan cara bertindak kita sebagai murid-murid atau pengikut Yesus, karena mengandung konsekwensi berat yaitu ‘harus menanggung banyak penderitaan’. Setia pada jati diri, panggilan, tugas pengutusan dan kewajiban memang tak akan terlepas dari penderitaan dan perjuangan, sehingga cukup banyak orang kurang atau tidak setia. Setia pasangannya ialah jujur, setia dan jujur bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan dan tak dapat dipisahkan. Pertama-tama marilah kita jujur terhadap ‘jati diri’ kita masing-masing dimanapun dan kapanpun, tanpa takut dan was-was mengakui ‘jati diri’ dihadapan umum. Sekiranya dengan kejujuran jati diri ini harus menghadapi atau mengalami tantangan, ejekan, sindiran dst.., jadikanlah semuanya itu sebagai bantuan atau dukungan agar kita konsekwen pada jati diri kita dan dengan demikian hidup dan bertindak sesuai dengan jati diri kita masing-masing. Tumbuh berkembang dalam jati diri alias panggilan dan tugas pengutusan memang harus berani menghadapi dan mengolah aneka macam tantangan, hambatan, ejekan, sindiran, dst.. Penderitaan dan perjuangan merupakan wahana pemurnian jati diri, bagaikan emas dibakar untuk memperoleh emas murni. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span><span style="font-size:11pt;">“<em>Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam</em>” (Hag 2:7-9). Gempa bumi berkekuatan cukup besar pada awal bulan September menggoncang pulau Jawa: bangunan yang tak kuat roboh, rata dengan tanah, sedangkan bangunan yang kuat tetap berdiri kokoh. Aneka masalah, perubahan dan perkembangan menggoncang kehidupan bersama, sebagaimana krisis moneter yang menggoncang dunia tahun lalu. Dalam krisis moneter mereka yang gila akan uang memang sungguh tergoncang, sedangkan mereka yang hidup sederhana dan tidak gila uang tak terasa apa-apa.  Kita telah mendengarkan melaui pengajaran atau kotbah: firman atau sabda Tuhan, yang diharapkan menjadi pedoman, pegangan dan kekuatan kita dalam menghadapi gelombang kehidupan yang tiada henti. Adakah kata-kata atau ayat yang mengesan bagi anda dalam rangka mendengarkan pengajaran atau kotbah? Jadikanlah kata-kata atau ayat yang mengesan tersebut sebagai pedoman, pegangan dan kekuatan hidup anda, sebagaimana dipakai oleh para gembala kita, para uskup, dengan mottonya. Saya pribadi merasa diteguhkan oleh ayat atau kata-kata ini: “<em>D</em></span><em><span style="font-size:11.5pt;">i dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya</span></em><span style="font-size:11.5pt;">.” (Ef 3:12). Ayat-ayat ini, dengan rendah hati dan dari kelemahan dan kerapuhan saya</span><span style="font-size:11pt;"> pribadi, saya coba hayati antara lain dengan berusaha hidup dan bekerja sesuai dengan kehendak Tuhan alias berusaha taat dan setia pada aneka tatanan dan aturan yang  terkait dengan hidup, panggilan dan tugas pengutusan. Hidup dan bertindak dalam Tuhan tiada ketakutan dan kecemasan sedikitpun. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;">“Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang! Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh? Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku</span></em><span style="font-size:11pt;">!” (Mzm 43:1-4)</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Jakarta</span><span style="font-size:11pt;">, </span><span style="font-size:11pt;">25 September 2009</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gkpbkudussading.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gkpbkudussading.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gkpbkudussading.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gkpbkudussading.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gkpbkudussading.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gkpbkudussading.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gkpbkudussading.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gkpbkudussading.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gkpbkudussading.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gkpbkudussading.wordpress.com/387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=387&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/25/kata-orang-banyak-siapakah-aku-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f85bccf76050b804a238860a2ac5fbb8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gkpbkudussading</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus</title>
		<link>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/23/ia-berusaha-supaya-dapat-bertemu-dengan-yesus/</link>
		<comments>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/23/ia-berusaha-supaya-dapat-bertemu-dengan-yesus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 07:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gkpbkudussading</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkpbkudussading.wordpress.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[“Ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.”
(Hag 1:1-8; Luk 9:7-9)
 
“Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=385&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;" align="center"><strong>“Ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.”</strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">(Hag 1:1-8; Luk 9:7-9)</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">“Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: &#8220;Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?&#8221; Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus</span></em><span style="font-size:10pt;">” (Luk 9:7-9), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span><span style="font-size:11pt;">Seorang pemimpin di tingkat manapun dan di bidang apapun yang gila akan kuasa, hormat duniawi dan harta benda atau uang pada umum cemas ketika mendengar ada pesaing baru atau orang-orang baru yang berpengaruh dalam kehidupan bersama muncul. Ia berusaha mencari tahu siapa gerangan orang tersebut, jangan-jangan ia akan menggeser kedudukan atau  jabatannya. Itulah kiranya yang dirasakan oleh Herodes, yang kemudian ‘<em>berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus’. </em>Keinginan untuk bertemu dengan Yesus bukan karena tertarik untuk mengikutiNya, melainkan lebih muncul dari kecemasannya jangan-jangan Yesus menggeser kedudukan dan pengaruhnya pada rakyat. Pemimpin yang tidak berpihak pada rakyat yang dipimpinnya alias hanya mencari keuntungan diri sendiri memang mudah cemas dan gelisah ketika muncul ide-ide, gagasan-gagasan atau gerakan-gerakan pembaharuan yang muncul dikalangan rakyatnya. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kepada siapapun yang merasa menjadi atau berfungsi sebagai pemimpin untuk senantiasa berpihak pada dan bersama dengan yang dipimpin. Untuk itu hendaknya pemimpin senantiasa berusaha untuk bertemu secara pribadi dengan yang dipimpin, entah secara formal atau informal, dengan mendatangi atau menyapa mereka. Hendaknya meluangkan waktu dan tenaga sesaat untuk mendatangi atau mengunjungi mereka yang dipimpin atau menjadi bawahan atau pembantunya. Beri salam singkat, seperti selamat pagi, selamat siang dst.. , dan sekali waktu hendaknya bercakap-cakap atau curhat dengan mereka yang dipimpin. Jika pemimpin sering ‘turba’ alias menyapa dan curhat dengan yang dipimpin kiranya tidak perlu ada kecemasan sedikitpun. Hayatilah kepemimpinan partisipatif dengan melibatkan mereka yang dipimpin, mendengarkan harapan, keluh kesah, dambaan mereka dst.. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;"> </span></span><span style="font-size:11pt;">&#8220;<em>Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan</em>?”(Hag 1:4), demikian peringatan Tuhan melalui nabi Hagai kepada umatNya. Yang dimaksud dengan “<em>Rumah” </em>adalah bait Allah dan bagi kita sekarang adalah tempat ibadat, entah kapel/gereja, masjid/langgar/surau atau tempat-tempat suci dan peziarahan. Kita diingatkan hendaknya memperhatikan kenyamanan, keindahan, kebersiahan tempat ibadat sehingga menarik dan memikat umat untuk datang dan berdoa di dalamnya. Maka marilah kita perhatikan tempat ibadat kita bersama serta aneka macam sarana-prasarana pendukung ibadat, apakah layak disebut sebagai ‘rumah Tuhan’. Memang bentuk bangunan tempat ibadat hendaknya juga akrab dengan lingkungan sekitarnya: keindahan dan kebersihan yang penting dan untuk itu berarti perlu perawatan yang memadai. Pada umumnya tempat-tempat ibadat ketika baru selesai dibangun nampak bagus, menarik dan memikat. Tempat ibadat akan tetap menarik dan memikat jika sungguh dirawat. Maka dengan ini kami mengharapkan agar tempat-tempat ibadat dirawat sedemikian rupa sehingga menarik dan memikat orang untuk dataing, dan <em>‘berusaha untuk bertemu dengan Tuhan’ </em> dalam dan melalui ibadat bersama atau doa-doa pribadi. Anak-anak hendaknya dibiasakan sedini mungkin perihal arti dan makna tempat ibadat,  sehingga pada suatu saat mereka juga terlibat untuk merawat maupun beribadat dengan khidmat. Kepada rekan-rekan yang tahu perihal seluk-beluk ibadat dan tempat ibadat, antara lain para imam atau pastor kami harapkan untuk membina umat juga perihal cara beribadat maupun tempat ibadat, tempat-tempat suci yang dipersembahkan kepada Tuhan. Kepada semuanya kami harapkan hendaknya ketika memasuki tempat ibadat penuh hormat dan keheningan, begitu pula selama di dalam tempat ibadat; hendaknya jangan omong-omong atau rekreasi di tempat ibadat, tempat suci yang telah dipersembahkan kepada Tuhan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;">“Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka! Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!”</span></em><span style="font-size:11pt;"> (Mzm 149:1-5)</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Jakarta</span><span style="font-size:11pt;">, </span><span style="font-size:11pt;">24 September 2009</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gkpbkudussading.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gkpbkudussading.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gkpbkudussading.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gkpbkudussading.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gkpbkudussading.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gkpbkudussading.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gkpbkudussading.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gkpbkudussading.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gkpbkudussading.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gkpbkudussading.wordpress.com/385/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gkpbkudussading.wordpress.com&blog=2818926&post=385&subd=gkpbkudussading&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/09/23/ia-berusaha-supaya-dapat-bertemu-dengan-yesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f85bccf76050b804a238860a2ac5fbb8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gkpbkudussading</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>